ABMESDRA Membangun Peradaban melalui Ilmu dan Karya Tulis
HAK RAKYAT DI BALIK KALIMAT ADMINISTRASI: Bahasa Dokumen, Keputusan Publik, dan Keadilan Prosedural dalam Perspektif Transdisipliner
ISBN: proses, KDT: Proses
BUKU REFERENSI
Dr. Citra Prasiska Puspita Tohamba, S.Pd., M.Pd.
SINOPSIS
Ketika negara berkata “berkas Anda tidak sesuai”, siapa memastikan bahwa yang salah benar-benar berkasnya—bukan cara negara membaca dan memutuskan?
Di balik nomor register, sertipikat, formulir, dan tanda tangan terdapat kehidupan manusia: rumah, pekerjaan, keluarga, serta hak yang patut dilindungi. Satu istilah yang kabur dapat menghambat pelayanan. Satu data yang bertentangan dapat memperpanjang sengketa. Satu sistem digital tanpa jalan koreksi dapat membuat suara warga tidak terdengar.
Buku referensi multidisipliner dan transdisipliner ini mempertemukan kajian bahasa, hukum administrasi, pertanahan, pelayanan publik, teknologi, dan etika. Pembaca diajak menilai apakah dokumen serta keputusan negara dibuat berdasarkan kewenangan yang sah, informasi yang jelas, bukti yang dapat diuji, dan prosedur yang membuka jalan pemulihan.
Sebab martabat rakyat tidak boleh dikalahkan oleh satu kalimat: “Sudah sesuai prosedur.”
Ukuran Buku : 15,5 cm x 23 cm
Jumlah Halaman : 209 Halaman
ISBN : Proses


Katalog Dalam Terbitan (KDT) : Proses
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA BAB I
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Adi, Y. (2018). Bureaucratic reform barriers: A case study on the one stop-integrated service office in Bone Regency. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 22(2), 146–154. https://doi.org/10.22146/jkap.34536
Arwanto, A., & Anggraini, W. (2022). Good governance, international organization and policy transfer: A case of Indonesian bureaucratic reform policy. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 26(1), 33–46. https://doi.org/10.22146/jkap.68703
Bhatia, V. K. (1993). Analysing genre: Language use in professional settings. Longman.
Bovens, M., & Zouridis, S. (2002). From street-level to system-level bureaucracies: How information and communication technology is transforming administrative discretion and constitutional control. Public Administration Review, 62(2), 174–184. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00168
Ewick, P., & Silbey, S. S. (1998). The common place of law: Stories from everyday life. University of Chicago Press.
Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2014). Halliday’s introduction to functional grammar (4th ed.). Routledge.
Herd, P., & Moynihan, D. P. (2018). Administrative burden: Policymaking by other means. Russell Sage Foundation.
Hull, M. S. (2012). Government of paper: The materiality of bureaucracy in urban Pakistan. University of California Press.
Lipsky, M. (2010). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (30th anniversary expanded ed.). Russell Sage Foundation.
Moynihan, D., Herd, P., & Harvey, H. (2015). Administrative burden: Learning, psychological, and compliance costs in citizen-state interactions. Journal of Public Administration Research and Theory, 25(1), 43–69. https://doi.org/10.1093/jopart/muu009
Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 61.
Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 109.
Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292.
Tiersma, P. M. (1999). Legal language. University of Chicago Press.
Tyler, T. R. (2006). Why people obey the law. Princeton University Press.
DAFTAR PUSTAKA BAB II
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Perilaku organisasi: Organisasi sebagai sistem perilaku manusia. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026c). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Adi, Y. (2018). Bureaucratic reform barriers: A case study on the one stop-integrated service office in Bone Regency. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 22(2), 146–154. https://doi.org/10.22146/jkap.34536
Arwanto, A., & Anggraini, W. (2022). Good governance, international organization and policy transfer: A case of Indonesian bureaucratic reform policy. JKAP (Jurnal Kebijakan dan Administrasi Publik), 26(1), 33–46. https://doi.org/10.22146/jkap.68703
Bhatia, V. K. (1993). Analysing genre: Language use in professional settings. Longman.
Bovens, M., & Zouridis, S. (2002). From street-level to system-level bureaucracies: How information and communication technology is transforming administrative discretion and constitutional control. Public Administration Review, 62(2), 174–184. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00168
Halliday, M. A. K., & Matthiessen, C. M. I. M. (2014). Halliday’s introduction to functional grammar (4th ed.). Routledge.
Herd, P., & Moynihan, D. P. (2018). Administrative burden: Policymaking by other means. Russell Sage Foundation.
Hull, M. S. (2012). Government of paper: The materiality of bureaucracy in urban Pakistan. University of California Press.
International Organization for Standardization. (2023). Plain language—Part 1: Governing principles and guidelines (ISO Standard No. 24495-1:2023).
Lipsky, M. (2010). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (30th anniversary expanded ed.). Russell Sage Foundation.
Moynihan, D., Herd, P., & Harvey, H. (2015). Administrative burden: Learning, psychological, and compliance costs in citizen-state interactions. Journal of Public Administration Research and Theory, 25(1), 43–69. https://doi.org/10.1093/jopart/muu009
Murwati, N., Prabowo, H., Rowa, H., Khairi, H., & Sujatmiko, A. P. (2024). Menyederhanakan birokrasi melalui teori biaya transaksi. Jurnal Bina Praja, 16(2), 389–402. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.389-402
Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Searle, J. R. (1969). Speech acts: An essay in the philosophy of language. Cambridge University Press.
Tiersma, P. M. (1999). Legal language. University of Chicago Press.
Wargadinata, E. L., & Tendean, N. R. P. (2024). Di tengah euforia digitalisasi pelayanan publik di kabupaten: Memunculkan penerimaan masyarakat. Jurnal Bina Praja, 16(2), 335–346. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.335-346
DAFTAR PUSTAKA BAB III
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Arisaputra, M. I., Ashri, M., Abdullah, K., & Bakar, D. U. M. (2017). Akuntabilitas administrasi pertanahan dalam penerbitan sertifikat. Mimbar Hukum, 29(2), 276–291. https://doi.org/10.22146/jmh.16383
Deininger, K., & Feder, G. (2009). Land registration, governance, and development: Evidence and implications for policy. The World Bank Research Observer, 24(2), 233–266. https://doi.org/10.1093/wbro/lkp007
International Organization for Standardization. (2023). Plain language—Part 1: Governing principles and guidelines (ISO Standard No. 24495-1:2023).
Ivanda, I. A. P. P. (2025). Analysis of the causes of overlapping land certificates and their solutions (Case study of SHGB No. 114/Karangkempel and SHGB No. 115/Karangkempel). Semarang State University Undergraduate Law and Society Review, 5(1), 694–714. https://doi.org/10.15294/lsr.v5i1.25021
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2020). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian Kasus Pertanahan.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2023). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penerbitan Dokumen Elektronik dalam Kegiatan Pendaftaran Tanah.
Moynihan, D., Herd, P., & Harvey, H. (2015). Administrative burden: Learning, psychological, and compliance costs in citizen-state interactions. Journal of Public Administration Research and Theory, 25(1), 43–69. https://doi.org/10.1093/jopart/muu009
Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sebagaimana telah diubah.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.
Salam, S., & Dahlan, T. A. (2021). Sertifikat ganda dan urgensi pemutakhiran peta dasar pendaftaran tanah. Mimbar Hukum, 33(1), 114–137. https://doi.org/10.22146/mh.v33i1.1940
Tiersma, P. M. (1999). Legal language. University of Chicago Press.
Tyler, T. R. (2006). Why people obey the law. Princeton University Press.
DAFTAR PUSTAKA BAB IV
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Christensen, J., Aarøe, L., Baekgaard, M., Herd, P., & Moynihan, D. P. (2020). Human capital and administrative burden: The role of cognitive resources in citizen–state interactions. Public Administration Review, 80(1), 127–136. https://doi.org/10.1111/puar.13134
Christy, M. A., & Gunarto, M. P. (2026). Keadilan prosedural dalam administrasi perkara elektronik: Pembagian tanggung jawab dan pemulihan hak akibat gangguan e-Court. Jurnal Rechts Vinding, 15(2). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v15i2.2590
Halling, A., & Baekgaard, M. (2024). Administrative burden in citizen–state interactions: A systematic literature review. Journal of Public Administration Research and Theory, 34(2), 180–195. https://doi.org/10.1093/jopart/muad023
International Organization for Standardization. (2023). ISO 24495-1:2023: Plain language—Part 1: Governing principles and guidelines. https://www.iso.org/standard/78907.html
Kaufmann, W., Ingrams, A., & Jacobs, D. (2021). Being consistent matters: Experimental evidence on the effect of rule consistency on citizen red tape. The American Review of Public Administration, 51(1), 28–42. https://doi.org/10.1177/0275074020954250
Moynihan, D. P., Herd, P., & Harvey, H. (2015). Administrative burden: Learning, psychological, and compliance costs in citizen–state interactions. Journal of Public Administration Research and Theory, 25(1), 43–69. https://doi.org/10.1093/jopart/muu009
Ombudsman Republik Indonesia. (n.d.). Pertanyaan yang sering diajukan. https://ombudsman.go.id/faq
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2024). OECD survey on drivers of trust in public institutions—2024 results. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/9a20554b-en
Puspitasari, C. D., & Laksmono, B. S. (2021). Meninjau kebijakan pekerjaan penyandang disabilitas di instansi pemerintah. Jurnal Bina Praja, 13(2), 245–256. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.245-256
Republik Indonesia. (2008a). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Republik Indonesia. (2008b). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2013). Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.
Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
Sari, N. M. (2021). Kegiatan pelayanan informasi terhadap tingkat kepuasan masyarakat di Mal Pelayanan Publik Kota Palopo. Jurnal Bina Praja, 13(2), 219–229. https://doi.org/10.21787/jbp.13.2021.219-229
SP4N-LAPOR!. (n.d.). Pertanyaan seputar LAPOR!. https://pom.lapor.go.id/faq
United Nations. (2006). Convention on the Rights of Persons with Disabilities. https://www.un.org/disabilities/documents/convention/convention_accessible_pdf.pdf
DAFTAR PUSTAKA BAB V
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Perilaku organisasi: Organisasi sebagai sistem perilaku manusia. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026c). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Bovens, M., & Zouridis, S. (2002). From street-level to system-level bureaucracies: How information and communication technology is transforming administrative discretion and constitutional control. Public Administration Review, 62(2), 174–184. https://doi.org/10.1111/0033-3352.00168
Busuioc, M. (2021). Accountable artificial intelligence: Holding algorithms to account. Public Administration Review, 81(5), 825–836. https://doi.org/10.1111/puar.13293
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057
International Organization for Standardization. (2016). ISO 15489-1:2016: Information and documentation—Records management—Part 1: Concepts and principles. https://www.iso.org/standard/62542.html
International Organization for Standardization. (2023). ISO 24495-1:2023: Plain language—Part 1: Governing principles and guidelines. https://www.iso.org/standard/78907.html
Irwansyah, Kusuma, A. R., & Irawan, B. (2025). Melampaui kepatuhan: Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik sebagai proses transformasi tata kelola digital di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Bina Praja, 17. https://doi.org/10.21787/jbp.17.2025-2818
Kroll, J. A., Huey, J., Barocas, S., Felten, E. W., Reidenberg, J. R., Robinson, D. G., & Yu, H. (2017). Accountable algorithms. University of Pennsylvania Law Review, 165(3), 633–705. https://pennlawreview.com/2017/02/23/accountable-algorithms/
Meijer, A. (2013). Understanding the complex dynamics of transparency. Public Administration Review, 73(3), 429–439. https://doi.org/10.1111/puar.12032
National Institute of Standards and Technology. (2024). The NIST cybersecurity framework (CSF) 2.0 (NIST CSWP 29). https://doi.org/10.6028/NIST.CSWP.29
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2024). 2023 OECD digital government index: Results and key findings (OECD Public Governance Policy Papers No. 44). OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/1a89ed5e-en
Republik Indonesia. (2008a). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.
Republik Indonesia. (2008b). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Republik Indonesia. (2009a). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2009b). Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sebagaimana telah diubah.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Nasional.
Republik Indonesia. (2022b). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.
Republik Indonesia. (2024). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
United Nations Department of Economic and Social Affairs. (2024). United Nations e-government survey 2024: Accelerating digital transformation for sustainable development. United Nations. https://desapublications.un.org/publications/un-e-government-survey-2024
Wargadinata, E. L., & Tendean, N. R. P. (2024). Di tengah euforia digitalisasi pelayanan publik di kabupaten: Memunculkan penerimaan masyarakat. Jurnal Bina Praja, 16(2), 335–346. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.335-346
Zuiderwijk, A., Chen, Y.-C., & Salem, F. (2021). Implications of the use of artificial intelligence in public governance: A systematic literature review and a research agenda. Government Information Quarterly, 38(3), 101577. https://doi.org/10.1016/j.giq.2021.101577
DAFTAR PUSTAKA BAB VI
Achmad, A. (2026a). Ar-Rahman human being theory: A moral-governed framework of human behavior in socio-economic life. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Achmad, A. (2026b). Kekuasaan publik, legitimasi, dan pertanggungjawaban hukum: Konstitusi, perolehan jabatan, penggunaan wewenang, keuangan negara, dan pertanggungjawaban pejabat publik dalam perspektif Ar-Rahman Human Being Theory. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Bovens, M. (2007). Analysing and assessing accountability: A conceptual framework. European Law Journal, 13(4), 447–468. https://doi.org/10.1111/j.1468-0386.2007.00378.x
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057
International Organization for Standardization. (2023). ISO 24495-1:2023: Plain language—Part 1: Governing principles and guidelines. https://www.iso.org/standard/78907.html
Karya, M. A., Haryono, B. S., & Sujarwoto. (2024). Digitalisasi dan inovasi proses layanan: Upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi di Pulau Kalimantan. Jurnal Bina Praja, 16(1), 69–81. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.69-81
Lipsky, M. (2010). Street-level bureaucracy: Dilemmas of the individual in public services (30th anniversary expanded ed.). Russell Sage Foundation.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2024). Recommendation of the Council on Human-Centred Public Administrative Services (OECD/LEGAL/0503). https://legalinstruments.oecd.org/en/instruments/OECD-LEGAL-0503
Republik Indonesia. (2008a). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Republik Indonesia. (2008b). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, sebagaimana telah diubah.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Republik Indonesia. (2022a). Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2022 tentang Arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Nasional.
Republik Indonesia. (2022b). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Tyler, T. R. (1990). Why people obey the law. Yale University Press.
Wargadinata, E. L., & Tendean, N. R. P. (2024). Di tengah euforia digitalisasi pelayanan publik di kabupaten: Memunculkan penerimaan masyarakat. Jurnal Bina Praja, 16(2), 335–346. https://doi.org/10.21787/jbp.16.2024.335-346
World Bank. (2017). World development report 2017: Governance and the law. World Bank. https://www.worldbank.org/en/publication/wdr2017
World Wide Web Consortium. (2023). Web content accessibility guidelines (WCAG) 2.2. https://www.w3.org/TR/WCAG22/
Format APA Style (7th Edition)
Tohamba, C. P. P. (2026). Hak rakyat di balik kalimat administrasi: Bahasa dokumen, keputusan publik, dan keadilan prosedural dalam perspektif transdisipliner (A. F. Syam, Ed.). ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Format Penulisan Lengkap
Citra Prasiska Puspita Tohamba. (2026). Angka, Keputusan, Dan Martabat Manusia: Penalaran Matematis Dalam Pendidikan, Ekonomi, Pemerintahan, Dan Peradaban Digital. ABMESDRA Penerbit Pustaka.
Contoh Sitasi Dalam Teks
Sitasi Parentetif: (Tohamba, 2026)
Sitasi Naratif: Tohamba (2026)
PENULISAN SITASI


